Makalah Kepribadian Muslim Muslimah Sejati dalam Islam


 m

A. Pengetian Kepribadian Muslim
Kata kepribadian diartikan sebagai keadaan orang perorang, atau keseluruhan sifat-sifat yang merupakan watak perorangan. Kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. 4 Dalam pengertian umum kepribadian dipahami sebagai tampilan sikap pribadi atau cirri khas yang dimiliki oleh seseorang atau bangsa. Dalam pembahan mengenai teori kepribadian, banyak dikemukakan definisi mengenai apa yang dimaksud dengan kepribadianitu. Untuk memberikan gambaran apa yang dimaksud dengan kepribadian maka pendapat-pendapat tersebut, walau tidak seluruhnya, agaknya perlu dikemukakan. Paling tidak dengan para pendapat psikologi kepribadian, setidaknya akan dapat ditarik kesimpulan umum mengenai apa yang dimaksud dengan kepribadian itu.
Morriso mengatakan, bahwa  kepribadian merupakan keseluruhan dari apa yang dicapai seseorang individu dengan jalan menampilkan hasil-hasil kultural dari evolusi social. Adapun Mark A Way mengemukakan¸bahwa kepribadian adalah nilai perangsang sosial seseorang. Atau sesuatu yang ada pada seseorang yang memungkinkan memberi pengaruh pada orang lain. Kemudian Gordon W. Alporrt mengakatan bahwa kepribadian merupakan susunanan dinamis psikofisis dalam diri seseorang yang menentukan dirinya dapat atau tidak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.5
Carl Gustaf Jung menilai, kepribadian sebagai wujud pernyataan kejiwaan yang ditampilkan seseorang dalam kehidupannya. J.F. Dashiel, menyebut kepribadian sebagai macam cermin dari seluruh tingkah laku  seseorang. Selanjutnya Williwam Stren seorang pakar ilmu jiwa mengatakan bahwa kepribadian merupakan gambaran totalitas yang penuh arti dalam diri seseorang yang ditujukan kepada suatu tujuan tertentu secara bebas. Dalam pengertian lain William Stern mengemukakan kepribadian adalah suatu kesatuan banyak (ubilita multy complex) yang diarahkan kepada tujuan-tujuan tertentu dan mengandung sifat khusus seseorang yang bebas menentukan dirinya sendiri . 6
Sedangkan konstam mengatakan keperibadian sebagai keyakinan (theistheis). Orang yang berkepribadian menurutnya orang orang yang memiliki keyakinan terhadap tuhan. Disinilah tampak Konstamm mengaitkan kepribadian dengan faktor keragaman seseorang. Meraka yang memiliki kepribadian adalah mereka yang pada dirinya hidup keyakinan hidup dengan adanya tuhan. Demikian dalam pandangan tokoh pendidik ini, kepribadian erat sekali dengan keyakinan.7
Kepribadian dalam perpeksif Islam , Ketika psikologi Islam menghadirkan sebauh konsep kepribadian, masalah pertama yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah terminologi apakah menggunakan istilah kepribadian Islam (al-syakhshiyyah al-Islamiyyah) atau kepribadian muslim (syakhshiyyat al-muslim): Pertama, Kepribadian Islam memiliki arti serangkaian perilaku manusia, baik sebagai mahluk individu maupun mahluk sosial, yang normanya diturunkan dari ajaran Islam, yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Sunnah. Dari kedua sumber tersebut, para pakar berusaha berijtihad untuk mengungkap bentuk-bentuk kepribadian menurut ajaran Islam, agar bentuk-bentuk itu diterapkan oleh pemeluknya. Rumusan kepribadian Islam di sini bersifat deduktif-normatif yang menjadi acuan bagi umat Islam untuk berperilaku. Oleh karena sifatnya yang deduktif-normatif maka kepribadian Islam di sini diyakini sebagai konsep atau teori kepribadian yang ideal, yang ’seharusnya’ dilakukan oleh pemeluk agama Islam. Kedua, Kepribadian muslim memiliki arti serangkaian perilaku orang/umat Islam yang rumusannya digali dari penelitian perilaku kesehariannya. Rumusan kepribadian muslim di sini bersifat induktif-praktis, karena sumbernya dari hasil penelitian terhadap perilaku keseharian orang/umat Islam. Boleh jadi dalam penelitian itu ditemukan (1) pola kepribadian yang ideal, karena kepribadian itu sebagai implementasi dari ajaran agama; (2) pola yang menyimpang (anomali), karena perilaku yang ditampilkan bertentangan dengan ajaran agamanya, sekalipun dirinya berpredikat muslim. Dalam konteks ini, keburukan atau kejahatan perilaku orang/umat Islam tidak dapat digeneralisir bahwa ajaran Islam itu buruk dan jahat. Artinya, kepribadian muslim belum tentu mencerminkan kepribadian Islam.8 Sukamto berpendapat kepribadian suatu kesatuan yang terdiri empat sistem atau aspek 1) Qalb (angan-angan kehatian),  2) Fuad (perasaan/hati nurani/uluhati), 3. Ego (aku sebagai pelaksana dari keperibadian), 4)  Tingkah laku (wujud gerakan).9
Jadi dari beberapa pendapat teori keperibadian dapat diraik benarang merah bahwa keperibadian muslim adalah suatu identitas yang dimiliki seseorang sebagai cirri khas dari keseluruhan tingkah laku sebagai muslim yang ditampilkan dalam tingkah laku secara lahiriyah maupun sikap hatinya. Tingkah lahriyah dapat diwujudkan melalui tuturkata yang sopan, berjlan, makan berhadapan dengan teman, orang tua, guru, teman sejawatsanak famili dan lain sebagainya. Sedangkan sikap batin seperti sabar, tekun, disiplin, jujur, ikhlas, teoran dan berbagai sikap terpuji lainnya sebagai cerminan dari akhlak mahmudah.
B. Ciri-Ciri Kepribadian Muslim.
Ciri kas kepeirbadian seseorang dapat ditampilkan melalui tingkah laku dan sifatnya yang sudah menjadi jati dirinya hingga tidak mungkin dipengaruhi sikap atau tingkah laku orang lain yang bertentangan dengan apa yang dimiliki Selain itu sebagai individu setiap muslim memiliki latarbelakang pembawaan yang berbeda. Secara individu setiap orang memiliki perbedaan. Namun suatu pihak muslim sebagai suatu umat diharapakan dapat membentuk kepribadian bersama. Maka dalam hal yang  demikian ini perbedaan individu dihapakan tidakan akan mempengaruhi keutuhan nhingga akan menjadi kendala sebagai cirikhas keperibadian musli  itu sendiri.
Ciri-ciri keperibadian muslim menurut Al Ashqar 10 antara lain : (1) Selalu menempuh jalan hidup yang didasarkan didikan ketuhanan dengan melaksanakan ibadah dalam arti luas. (2) Senantiasa berpedoman kepada petunjuk Allah untuk memperoleh bashirah(pemahaman batin) dan furqan(kemampuan membedakan yang baik dan buruk) (3) mereka memperoleh kekuatan untuk menyerukan dan berbuat benar dan selalu menyampaikan kebenaran kepada orang lain (4) memiliki keteguhan hati untuk berpegang kepada agamanya (5) tetap tabah dalam kebenaran dalam segala kondisi (6) memiliki kemampuan yang kaut dan tegas dalam menghadapi kebatilan (7) memiliki kelapangan dan ketentraman hati serta kepuasan batin hingga menerima cobaan (8) mengetahui tujuan hidup dan menjadiakan akhirat sebagai tujuan akhir yang lebih baik. (9) kembali kepada kebenaran dengan melakukan tobat dari segala kesalahan yang pernah dibuat sebelumnya.





4 Jalaludin , Teologi Pendidikan ( Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2001) hal. 191
5 Ibid, hal. 192
6 Jalaludin , Teologi Pendidikan….hal. 192
7 ibid hal. 193
8 Abdul Mujib, Kepribadian Dalam Psikologi Islam, ( Jakarta : Rajawali Press, 2006) hal. 105
9 Abdul Mujib, Psikologi Agama, ( Jakarta : Rajawali Press, 2004) hal. 70
10 Jalaludin, Teologi Pendidikan…hal. 200-201

0 Response to "Makalah Kepribadian Muslim Muslimah Sejati dalam Islam"

Posting Komentar